Logo Bloomberg Technoz

Naik Dua Kali Lipat, Target Devisa Pariwisata 2023 Jadi US$10 M

Sultan Ibnu Affan
23 May 2023 16:00

Turis asing melakukan ritual melukat di Pura Tirta Empul, Gianyar, Bali, Rabu (3/4/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Turis asing melakukan ritual melukat di Pura Tirta Empul, Gianyar, Bali, Rabu (3/4/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah membidik torehan devisa sektor pariwisata senilai US$10 miliar (sekitar Rp148,70 triliun) pada 2023, seiring dengan dinaikkannya target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari 7,4 juta menjadi 8,5 juta kunjungan pada tahun ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno tidak menampik target sektor pariwisata pada tahun ini makin berat dibandingkan dengan tahun lalu. Salah satunya adalah target devisa yang melonjak lebih dari dua kali lipat dari realisasi tahun lalu senilai US$4,26 miliar (Rp63,34 triliun).

“[Target] tourism revenue [pada 2023] itu hampir mencapai US$10 miliar dan yang juga menjadi tugas kita adalah pergerakan wisatawan nusantara yang ditargetkan sebanyak 1,4 miliar pergerakan pada tahun ini,” ujarnya dalam acara Rakernas Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Selasa (23/5/2023).

Target devisa pariwisata pada tahun ini naik dari bidikan awal pemerintah sebanyak US$6 miliar (Rp89,22 triliun).

Sandiaga Uno. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Dari sisi kunjungan wisman, realisasi pada 2022 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) adalah sebanyak 5,47 juta kunjungan atau melesat 251,28% dari 2021. Berangkat dari capaian tersebut, pemerintah pada tahun ini kembali mematok target ambisius untuk kedatangan turis asing.