Logo Bloomberg Technoz

BI Proyeksi Transaksi Berjalan 2024 Defisit, Ini Alasannya

Azura Yumna Ramadani Purnama
24 April 2024 15:17

Pekerja merapihkan uang dolar AS dan rupiah di gerai penukaran uang di ITC Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja merapihkan uang dolar AS dan rupiah di gerai penukaran uang di ITC Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan transaksi berjalan pada 2024 berada dalam kisaran defisit 0,1%-0,9% terhadap produk domestik bruto (PDB). Di sisi lain, bank sentral memperkirakan neraca transaksi modal dan finansial mencatatkan surplus.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan surplus transaksi modal dan finansial sejalan dengan proyeksi kembali meningkatnya aliran masuk modal asing, seiring meredanya ketidakpastian pasar keuangan global.

"Selain itu, terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang menarik," ujar Perry dalam Konferensi Pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (24/4/2024).

Perry memaparkan neraca perdagangan barang kuartal I 2024 kembali mencatat surplus, sehingga diprakirakan menjaga transaksi berjalan tetap sehat. Sementara itu, transaksi modal dan finansial kuartal I 2024 diprakirakan mencatat defisit, sejalan dengan menurunnya aliran modal asing akibat dampak memburuknya ketidakpastian pasar keuangan global.

Investasi portofolio pada kuartal I 2024 mencatat net outflows sebesar US$0,4 miliar, dan berlanjut hingga awal kuartal II 2024 sampai 22 April 2024, yang mencatat net outflows US$1,9 miliar.