Ini Kata Bloomberg Economics Soal Calon Gubernur BI Baru
Redaksi
30 July 2026 15:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam memilih Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru dinilai akan menjadi salah satu penentu arah perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Bukan cuma soal suku bunga, tetapi juga menyangkut stabilisasi rupiah, pasar obligasi, hingga kepercayaan investor.
Menurut Tamara Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, gejolak yang terjadi di pasar obligasi Amerika Serikat (AS), sesaat setelah keputusan The Fed mempertahankan suku bunga dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia, bahwa pasar bisa lebih 'galak' dari bank sentral.
Tadi malam waktu Indonesia, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75%. Namun, alih-alih membuat pasar tenang, keputusan itu malah memicu aksi jual obligasi pemerintah AS, terutama tenor panjang.
Yield US Treasury tenor 30 tahun melonjak 13 bps dan menembus 5,2%, level tertinggi dalam hampir dua dekade. Sementara, ekspektasi inflasi jangka panjang meningkat.
Henderson berpendapat, pasar menilai langkah The Fed belum cukup kuat untuk memastikan inflasi benar-benar bisa kembali ke target 2%.































