Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Turun, Rupiah Dibuka Hijau

Tim Riset Bloomberg Technoz
31 July 2026 09:22

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan pasar spot dengan penguatan sebesar 0,15% ke Rp18.057/US$, pada Jumat (31/7/2026), sejalan dengan turunnya harga minyak brent 0,92% ke US$88,21/barel pada 09.03 WIB. 

Dari Asia, pergerakan mata uang cenderung beragam. Baht Thailand memimpin penguatan, bersama peso Filipina, rupiah, ringgit Malaysia, yuan China dan offshore.

Sebaliknya, won Korea Selatan berbalik arah dari penguatannya kemarin, dan memimpin dengan pelemahan 0,84%, bersama yen Jepang, dolar Singapura, dan dolar Taiwan. 

Mata uang Asia (Bloomberg)

Dari dalam negeri, belum banyak katalis yang dapat menggerakkan rupiah hingga kembali ke bawah Rp18.000/US$. Yang terang, dibanding negara Asia lainnya, pasar obligasi pemerintah Indonesia masih mencatat aksi beli dari investor, mengingat yield yang ditawarkan cukup menarik. 

Berdasarkan data per 29 Juli, investor masih mencatat pembelian obligasi pemerintah Indonesia senilai US$31,5 juta. Berbanding terbalik dengan pasar obligasi Thailand yang mencatat aksi jual senilai US$85,8 juta pada 30 Juli. Begitu juga dengan India, mencatat penjualan bersih obligasi senilai US$33,9 juta pada 29 Juli.