Akhiri Perdagangan Juni, Rupiah Menguat 0,47% ke Rp18.000/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
31 July 2026 16:13

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan akhir bulan ini dengan menguat 0,47% ke Rp18.000/US$, Jumat (31/7/2026). Memutus tren pelemahan yang terjadi hampir sepanjang pekan sejak pengunduran diri mendadak Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
Terpangkasnya harga minyak mentah brent 1,59% ke US$87,61/barel meredakan tekanan terhadap sebagian mata uang Asia, meski indeks dolar Amerika Serikat (AS) masih tinggi di 100,61.
Mayoritas mata uang kawasan hari ini berada di zona hijau. Baht Thailand masih memimpin penguatan 0,63%, disusul peso Filipina, dolar Taiwan, rupiah, rupee India, ringgit Malaysia, dan yuan China, serta yuan offshore, dan dolar Hong Kong dengan penguatan relatif terbatas.
Sebaliknya, yen Jepang melemah bersama won Korea Selatan dengan pelemahan masing-masing 0,42% dan 47%.
Penguatan rupiah pada penghujung pekan dan bulan ini menjadi sinyal bahwa pasar sepertinya mulai memberi respons terhadap meredanya sebagian tekanan eksternal, terutama setelah harga minyak terkoreksi.
































