Logo Bloomberg Technoz

Risiko Investasi RI Meningkat, Asing Jual Surat Utang Rp34,5 T

Tim Riset Bloomberg Technoz
08 April 2024 08:10

Karyawan memfoto layar pergerakan perdagangan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memfoto layar pergerakan perdagangan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Para pemodal asing ramai-ramai melepas saham dan surat utang negara dari pasar Indonesia menutup pekan terakhir perdagangan, Jumat (5/4/2024), sebelum pasar ditutup karena libur cuti bersama perayaan Idulfitri yang berlangsung sampai 15 April nanti. 

Para investor asing memilih keluar dari pasar mengantisipasi libur yang panjang di tengah sentimen terakhir pasar yang kurang bersahabat, menyeret nilai rupiah nyaris menjebol Rp16.000/US$ dan membangkitkan lagi potensi kenaikan BI rate. 

Risiko investasi di Indonesia mencapai level tertinggi sejak awal Februari di mana premi credit default swap RI untuk 5 tahun kini berada di level 75,81. 

Investor global mencatat posisi net sell di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp34,75 triliun sejak awal tahun sampai data setelmen 4 April lalu, seperti dilaporkan oleh data Bank Indonesia. Aksi jual yang tak terjeda sejak beberapa pekan terakhir itu, akhirnya menyeret posisi kepemilikan asing di SBN ke level terendah dalam setahun terakhir. 

Kementerian Keuangan mencatat, nilai kepemilikan asing di SBN per 4 April semakin rendah di Rp807,3 triliun. Selama pekan lalu saja, asing membukukan net sell Rp1,3 triliun. Posisi kepemilikan asing di SBN itu menjadi yang terendah setidaknya dalam setahun terakhir.