Logo Bloomberg Technoz

Batu Bara Terimbas Kisruh Jembatan Baltimore, Harga Dekati US$130

Dovana Hasiana
29 March 2024 08:00

Kapal kontainer Dali usai menabrak Jembatan Francis Scott Key di sungai Patapsco di Baltimore, Maryland, AS, Selasa (26/4/2024). (Al Drago/Bloomberg)
Kapal kontainer Dali usai menabrak Jembatan Francis Scott Key di sungai Patapsco di Baltimore, Maryland, AS, Selasa (26/4/2024). (Al Drago/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Harga batu bara berpeluang mendekati US$130/ton pada akhir kuartal ini, salah satunya terdorong oleh risiko gangguan arus pasok akibat insiden robohnya jembatan Francis Scott Key Bridge di Baltimore Amerika Serikat (AS). 

Analis komoditas sekaligus Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan pelabuhan Baltimore adalah pelabuhan terbesar ke-17 di AS berdasarkan total ton pada 2021 dan merupakan arteri penting bagi pergerakan mobil, mesin konstruksi, dan batu bara.

Dengan adanya gangguan arus pengapalan akibat runtuhnya jembatan Baltimore, harga komoditas energi fosil itu pun dapat terkerek sementara waktu.

“[Harga batu bara diproyeksikan] di kisaran US$125—US$129 per ton, Batu bara diperkirakan diperdagangkan pada US$129,35/ton pada akhir kuartal ini dan untuk awal kuartal II-2024,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (28/3/2024).

Sutopo mengatakan AS memang bukan pemasok batu bara termal global yang besar, tetapi gangguan di Baltimore tetap memberikan dampak ke pasar komoditas global. Walakin, disrupsi tersebut kemungkinan besar bisa diatasi dengan penggantian dari Australia atau Indonesia, jika diperlukan. 

Ekspor batu bara termal diprediksi mencapai rekor puncaknya pada 2023, sebelum merosot pada tahun-tahun berikutnya./dok. IEA