Logo Bloomberg Technoz

Pakta Damai AS-Iran Tekan Harga Minyak ke Level Terendah 3 Bulan

News
17 June 2026 06:40

Ilustrasi harga minyak dunia. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi harga minyak dunia. (Dok: Bloomberg)

Rong Wei Neo dan Gabriel Levin - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak tertahan di kisaran level terendah dalam tiga bulan terakhir. Kondisi ini dipicu oleh ekspektasi pasar bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bakal menggelontorkan gelombang pasokan baru ke pasar global.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah US$77 per barel, setelah sempat merosot hingga 16% selama empat sesi perdagangan berturut-turut—catatan penurunan beruntun terpanjang sepanjang tahun ini. Sementara itu, harga minyak acuan global Brent ditutup di bawah level US$79 per barel. Pakta damai sementara yang dijadwalkan bakal ditandatangani pada hari Jumat pekan ini menawarkan berbagai insentif finansial skala besar bagi Teheran, termasuk hak untuk kembali menjual minyaknya secara langsung.


Harga minyak mentah memang mengalami tekanan turun yang cukup tajam dalam beberapa minggu terakhir. Langkah-langkah diplomatik untuk menyudahi perang antara Washington dan Teheran dinilai sukses meredakan ketatnya pasokan di pasar energi global. Saat ini, para produsen, perusahaan pelayaran, dan pelaku pasar tengah menakar sejauh mana perjanjian damai ini akan bertahan lama, serta berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di jalur logistik strategis Selat Hormuz.

“Mayoritas pelaku pasar meyakini bahwa operasi angkatan laut AS kemungkinan masih akan melakukan pengawalan ketat pada beberapa minggu pertama. Selain itu, kapal-kapal penyapu ranjau juga akan disiagakan, yang diprediksi bakal memperlambat arus lalu lintas kapal setidaknya selama satu bulan ke depan,” ujar Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial Securities Inc. “Kendati demikian, pasar berjangka selalu melihat prospek jangka panjang, dan untuk saat ini, peluang mengalirnya kembali pasokan minyak mentah semakin besar.”