Ekonom: Utang Luar Negeri Perlu Diimbangi Produktivitas
Redaksi
17 June 2026 06:34

Bloomberg Technoz, Jakarta - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat tumbuh menjadi US$439,8 miliar, dengan rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,6% per akhir April.
Jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, rasio utang Indonesia relatif terkendali dan belum menunjukkan tanda-tanda tekanan yang mengkhawatirkan.
Akan tetapi, membaca kesehatan utang hanya dari rasio utang terhadap PDB dapat menciptakan rasa aman yang semu. Sebab, rasio tersebut hanya menjelaskan ukuran utang relatif terhadap ekonomi, tetapi tidak menjawab mengenai kualitas penggunaan utang dan kemampuan utang tersebut dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi pada masa mendatang.
Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI) Josua Pardede mengatakan, kualitas penggunaan utang juga penting untuk dicermati. Dia mengatakan jika ULN digunakan untuk membiayai proyek produktif, infrastruktur yang menurunkan biaya logistik, energi, manufaktur, ekspor, dan peningkatan produktivitas, maka kenaikan utang masih dapat dibenarkan.
Sebaliknya, jika utang lebih banyak masuk untuk menutup kebutuhan pembiayaan jangka pendek, konsumsi, belanja tidak produktif, atau proyek yang hasil ekonominya rendah, maka risiko jangka menengah akan meningkat.




























