Logo Bloomberg Technoz

Sentimen pada perdagangan hari ini utamanya datang dari global. Keyakinan Konsumen Amerika Serikat tetap stabil di Maret karena orang Amerika optimis dengan situasi mereka saat ini, tetapi, menjadi sedikit lebih pesimis tentang prospek kedepannya.

Seperti yang diwartakan Bloomberg News, melansir data yang dirilis Selasa, Indeks Sentimen dari Conference Board turun menjadi 104,7 dari angka yang direvisi turun sebelumnya menjadi 104,8 pada bulan sebelumnya, juga jauh dari perkiraan pasar. Adapun perkiraan median dalam survei ekonom Bloomberg menunjukkan angka 107.

Indeks Ekspektasi turun menjadi 73,8, menuju level terendah sejak Oktober. Sementara ukuran Kondisi Saat Ini naik menjadi 151.

Mencermati dan melihat enam bulan ke depan, responden umumnya lebih negatif tentang prospek kondisi bisnis, pendapatan mereka, serta pasar tenaga kerja yang juga akan tertekan. Mereka juga agak kurang optimis tentang situasi keuangan keluarga mereka.

Sekitar satu dari empat konsumen memperkirakan akan menghabiskan lebih banyak uang untuk layanan kesehatan, layanan kendaraan bermotor, dan penginapan untuk perjalanan pribadi tahun ini. Dalam basis enam bulan, rencana pembelian barang-barang yang sensitif terhadap suku bunga seperti mobil, rumah, dan peralatan utama diperkirakan akan melemah.

Dini hari tadi waktu Indonesia, Bursa Saham Amerika Serikat, Wall Street, menutup perdagangan dengan pelemahan untuk hari ketiga secara berturut-turut. Ini menghentikan tren akumulasi dan kenaikan hingga membuat Indeks S&P 500 melesat nyaris 10% hanya dalam tiga bulan. 

Saat ini para investor bersiap untuk acuan inflasi pilihan Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) pada Jumat, mereka juga akan menguraikan pembacaan ekonomi terbaru. Di tengah Kepercayaan Konsumen bertahan stabil, pesanan barang tahan lama naik, sementara pertumbuhan harga rumah berakselerasi pada tingkat tercepat sejak 2022.

Agar saham-saham dapat mempertahankan kenaikannya dalam beberapa bulan, Bank Sentral global harus melonggarkan kebijakan moneter tahun ini dan perusahaan-perusahaan harus menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang sehat, menurut Marko Kolanovic dari JPMorgan Chase & Co.

"Saham telah bergerak lebih tinggi pada Kuartal I-2024 untuk mengantisipasi penurunan suku bunga pertama," kata Anthony Saglimbene di Ameriprise.

"Kita mungkin telah memasuki periode di mana Federal Reserve sekarang cenderung tidak akan mengejutkan pasar mulai saat ini,” tambahnya.

Tim Research Phillip Sekuritas menyebut, Gubernur Federal Reserve Bank di Chicago Austan Goolsbee mengatakan untuk sementara memprediksi tiga penurunan suku bunga acuan tahun ini sementara Gubernur Federal Reserve Lisa Cook mendesak agar rekan-rekannya di Federal Reserve mengambil sikap hati-hati. Gubernur Federal Reserve Bank di Atlanta Raphael Bostic mengurangi ekspektasinya menjadi hanya satu kali penurunan suku bunga saja tahun ini. 

“Beragam pandangan ini memberikan sedikit ketidakpastian pada prospek kebijakan suku bunga menjelang rilis data Inflasi (PCE Price Index) AS pada hari Jumat,” mengutip riset harian Tim Research Phillip Sekuritas.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memaparkan, IHSG terkoreksi 0,16% ke 7.365 disertai dengan munculnya volume penjualan, namun pergerakannya masih mampu berada di atas MA-20.

“Pada skenario terbaiknya (Hitam), posisi IHSG saat ini masih berada bagian dari wave iii dari wave (iii), sehingga hal tersebut akan membawa IHSG menguat untuk menguji rentang 7.500 hingga 7.616,” papar Herditya dalam risetnya pada Rabu (27/3/2024).

Herditya juga memberikan catatan, pada label merah, posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave (c) dari wave [iv] sehingga IHSG masih rawan berbalik terkoreksi untuk menguji 7.219-7.238.

Bersamaan dengan risetnya, Herditya memberikan rekomendasi saham hari ini, ANTM, BBNI, HRUM, dan LSIP.

Analis Phintraco Sekuritas juga memaparkan, IHSG berpotensi jaga peluang uji resistance 7.400 pada perdagangan hari ini, Rabu (27/3/2024), meski pullback terjadi pada indeks-indeks Wall Street yang berlanjut di semalam.

“IHSG masih berpeluang uji batas atas resistance area di 7.400 selama bertahan di atas pivot 7.350 di Rabu (27/3). Secara teknikal, peluang tersebut didasari pergerakan IHSG yang masih bertahan di atas support dinamis MA-20. Stochastic RSI juga cenderung uji pivot (50%) pasca membentuk golden cross di oversold area,” tulisnya.

Melihat hal tersebut, Phintraco memberikan rangkuman rekomendasi saham hari ini meliputi pada saham ADMR, MNCN, TINS, BFIN, LSIP dan GJTL.

(fad)

No more pages