Logo Bloomberg Technoz

Darmawan tidak menampik cuaca ekstrem seperti hujan disertai angin kencang dan banjir menjadi tantangan dalam menjaga keandalan listrik pada Ramadan tahun ini. 

“Memang ada tantangan cuaca ekstrem di beberapa daerah. Ada banjir di Jawa Tengah dan Kalimantan Timur, kemudian ada angin kencang di NTT dan NTB. Kami sudah siapkan petugas dan peralatan kerja di lapangan. Jadi ketika terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem, petugas langsung gerak cepat menangani,” tuturnya.

PLN juga menyiagakan peralatan pendukung dalam periode siaga berupa 1.731 genset, 735 uninterruptible power supply (UPS), 1.091 unit gardu bergerak (UGB), 116 unit kabel bergerak (UKB), dan 395 crane.

Untuk memudahkan mobilisasi petugas, lanjut Darmawan, PLN juga mengerahkan kendaraan operasional 3.756 mobil dan 3.318 motor.

Sementara itu, masyarakat pun diimbau untk memindahkan peralatan listrik ke tempat yang aman dan segera mematikan listrik dari miniature circuit breaker (MCB).

“Setelah itu segera hubungi PLN melalui PLN Mobile atau Kantor PLN terdekat untuk meminta pengamanan aliran listrik sementara waktu. Petugas PLN akan terus bersiaga sehingga ibadah yang dijalankan dapat berlangsung dengan nyaman," kata Darmawan.

Tim gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/3). (FOTO: BPBD Kota Semarang)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperpanjang peringatan ancaman cuaca ekstrem di wilayah Indonesia hingga pekan ini. Peringatan waspada yang sebelumnya disebut terjadi pada Jumat (14/3/2024) ternyata berlanjut hingga Senin (18/3/2024).

"Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat atau angin kencang di sebagian wilayah Indonesia masih berlangsung hingga paling tidak 18 Maret mendatan," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

"Menjelang 18 Maret nanti kami update lagi [apakah masih berlanjut]."

Menurut dia, ada 18 provinsi yang masih akan mengalami cuaca ekstrem. Wilayah ini berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan ekstrem.

Dari jumlah tersebut, BMKG memberikan peringatan dengan kategori waspada secara khusus untuk wilayah Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Adapun, peringatan yang lebih moderat atau siaga diberikan pada wilayah lainnya yaitu Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua Barat.

(wdh)

No more pages