Inflasi Dibayangi Pelemahan Rupiah & Susut Neraca Dagang
Pramesti Regita Cindy
31 October 2026 16:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet memperkirakan inflasi bulanan pada Oktober 2026 berada di kisaran 0,25%-0,35%.
Yusuf mengatakan tekanan inflasi Oktober terutama berasal dari kelompok volatile food, khususnya komoditas cabai. Meski demikian, dia menilai inflasi relatif terkendali karena belum terdapat perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik.
Adapun secara tahunan, inflasi Oktober juga diperkirakan berada di kisaran 3,13%-3,33%.
"Inflasi inti justru berpotensi melandai ke sekitar 2,6% sampai 2,7%, dipengaruhi efek basis harga emas yang tinggi pada tahun lalu dan koreksi harga emas sepanjang Oktober," kata Yusuf kepada Bloomberg Technoz, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Lebih lanjut, Yusuf menilai pelemahan rupiah dan kenaikan harga energi sejauh ini belum sepenuhnya diteruskan ke harga konsumen karena pemerintah masih mempertahankan harga BBM bersubsidi dan tarif listrik.




























