Logo Bloomberg Technoz

Kapolri Bantah Perang Bintang di Balik Kasus Penyadapan Presiden 

Merinda Faradianti
06 November 2026 15:10

Irjen Suyudi kepala BNN yang baru bersama Kapolri Listyo Sigit. (Sumber: Instagram Irjen Suyudi)
Irjen Suyudi kepala BNN yang baru bersama Kapolri Listyo Sigit. (Sumber: Instagram Irjen Suyudi)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Kepolisian atau Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membantah adanya dugaan terjadi persaingan di internal Korps Bhayangkara yang memicu pengusutan kasus dugaan tindak pidana penyadapan ilegal komunikasi presiden, penghapusan data, dan ilegal akses selama 2025-2026.

Menurut dia, penyidikan di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri murni proses hukum terhadap sebuah dugaan tindak pidana. Dia memastikan penyidikan tersebut bukan imbas terjadinya perselisihan kelompok pasca suksesi tongkat Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah memimpin Polri sejak 2021.

"Kami yakinkan bahwa ini semua adalah murni dalam bentuk penegakan hukum dan tidak ada kaitannya dengan persaingan atau apa pun," kata Suyudi dikutip, Jumat (06/11/2026).


"Ini murni untuk kebaikan institusi Polri yang kita cintai dalam rangka memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat, bangsa, dan negara."

Toh, menurut dia, Polri saat ini justru berada dalam kondisi solid atau tak terpecah sejumlah kelompok atau kepentingan. Bahkan, hal ini terjadi, meski Bareskrim harus menangkap dan menetapkan empat perwira tinggi sebagai tersangka sebuah kasus pidana penyadapan.