Logo Bloomberg Technoz

Dipengaruhi RKAB

Rony meyakini sektor pertambangan akhirnya tumbuh positif pada kuartal III-2026 juga dipengaruhi oleh mulai terbitnya revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, sehingga sejumlah tambang dapat kembali melanjutkan operasinya.

Dia mencatat salah satu perusahaan yang mendapatkan revisi RKAB pada kuartal III-2026 adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), yang pada Agustus 2026 kuota produksinya menjadi sekitar 23 juta metrik ton (mt).

Kendati begitu, dia tetap memandang tidak seluruh perusahaan pertambangan mendapatkan persetujuan revisi RKAB pada sembilan bulan pertama 2026.

Ronny mencatat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengevaluasi sekitar 50 pengajuan revisi RKAB.

“Untuk itu, menurut saya, revisi RKAB memang menjadi salah satu faktor yang dapat membantu pemulihan produksi, terutama bagi perusahaan yang sebelumnya menghadapi keterbatasan kuota atau ketidakpastian persetujuan,” tegas Ronny.

Selain faktor revisi RKAB, Ronny meyakini tumbuh positifnya sektor pertambangan pada kuartal III-2026 dipengaruhi perkembangan permintaan dan harga global, serta faktor operasional masing-masing perusahaan.

“Dengan kata lain, revisi RKAB memberikan ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan produksi, tetapi realisasi produksinya tetap bergantung pada kesiapan operasional, kapasitas tambang, kondisi pasar, dan kelancaran logistik,” ungkap Ronny.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan lapangan usaha pertambangan tumbuh 0,91% secara anual pada kuartal III-2026.

Dengan demikian, akhirnya sektor pertambangan tumbuh di zona positif usai terkontraksi sepanjang semester I-2026.

Sektor pertambangan tercatat menyumbang porsi sekitar 9,19% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal III-2026, sekaligus menjadi lapangan usaha kelima terbesar yang berkontribusi terhadap ekonomi.

Secara umum, seluruh lapangan usaha pada kuartal III-2026 tumbuh positif secara tahunan—seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 mencapai 5,47% secara tahunan.

Sebelumnya, BPS melaporkan seluruh sektor usaha tumbuh positif pada kuartal II-2026, kecuali pertambangan yang terkontraksi 1,64% secara tahunan.

Sektor pertambangan tercatat menyumbang porsi sekitar 8,87% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal II-2026.

Menurut BPS, sektor pertambangan mengalami kontraksi akibat penurunan produksi bijih bauksit, timah, dan nikel.

BPS juga mencatat belum pulihnya tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) turut memengaruhi hal tersebut.

Adapun, Kementerian ESDM memangkas target produksi batu bara pada tahun ini di dalam RKAB 2026. Produksi batu bara pada RKAB 2026 menjadi sekitar 600 juta mt, turun dari realisasi produksi pada 2025 sebanyak 817,48 juta mt.

Dalam perkembangannya, Kementerian ESDM memproyeksikan produksi batu bara mencapai 720 juta metrik mt hingga akhir 2026.

Untuk target kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 ditetapkan sebanyak 260—270 juta mt. Angka ini mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan realisasi produksi bijih nikel sepanjang 2025 sebanyak 320,37 juta mt.

Di sisi lain, Kementerian ESDM mengungkapkan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 hasil revisi mencapai 290—300 juta mt.

(azr/wdh)

No more pages