Sementara valuasi IHSG ada di 10,54 kali dari sisi Price-Earnings Ratio (P/E). Dari pendekatan Price-Book Value (P/B), valuasi Indeks adalah 1,29 kali.
Tercatat ada 127 saham yang turun lebih dari 2%. Kemudian 92 saham melemah kurang dari 2$, 239 saham stagnan, 187 saham naik di bawah 2%, dan 318 saham melonjak lebih dari 2%.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) terpantau ‘menggendong’ IHSG ke zona hijau. Berikut beberapa di antaranya yang menjadi top movers pada perdagangan kemarin:
-
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 18,16 poin.
-
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 13,28 poin.
-
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyumbang 11,96 poin.
-
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyumbang 9,57 poin.
-
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyumbang 6,14 poin.
Namun ada pula yang menjadi top laggards dan memberatkan laju IHSG, antara lain:
-
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 4,72 poin.
-
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengurangi 1,52 poin.
-
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengurangi 0,95 poin.
-
PT XLSmart Tbk (EXCL) mengurangi 0,77 poin.
-
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengurangi 0,76 poin.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi IHSG untuk hari ini, Jumat (6/11/2026)? Apakah masih ada ruang untuk melompat lebih tinggi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), IHSG masih terbenam di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 32. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Lalu indikator Stochastic RSI ada di 65. Menghuni area beli (long) yang kuat.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG rasanya berisiko melemah. Indeks sudah naik dua hari beruntun sebesar 2,57% secara point-to-point. Ada kemungkinan investor akan melangsungkan aksi ambil untung, apalagi jelang akhir pekan.
Target support terdekat ada di 5.002 yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika melewati pivot point 4.888, maka IHSG berisiko mengetes level 4.872-4.792.
Target paling pesimistis adalah 4.759.
Namun kalau masih kuat menanjak, maka IHSG berpeluang menguji 5.048-5.065. Target selanjutnya ada di 5.145 dengan resisten terjauh di 5.370.
(aji)

























