Kenaikan IHSG yang begitu percaya diri merupakan efek langsung dari melesatnya sejumlah saham big caps.
Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Kamis (5/11/2026).
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menopang 18,31 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menopang 13,39 poin
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menopang 12,06 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menopang 9,65 poin
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menopang 6,19 poin
- PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menopang 4,76 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menopang 4,2 poin
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menopang 3,43 poin
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menopang 3,35 poin
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menopang 3,29 poin
Adapun saham–saham unggulan LQ45 turut menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) melonjak 7,65% dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) juga melesat 6,95%. Sama halnya, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga lompat hingga 6,84%.
Disusul oleh penguatan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang menguat 4,84%, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melesat 4,68%, dan saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) yang mencetak penguatan 4,62%.
IHSG ditutup menguat 2,25% di posisi 5.030,26 pada penutupan perdagangan Kamis (5/11/2026), sentimen positif berasal dari optimisme hasil pemilu midterm AS, yang dimenangkan oleh Partai Demokrat, yang telah mendorong penurunan harga minyak dan memicu penguatan harga emas.
Selain itu, Phintraco Sekuritas menyebut, data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026 yang di atas estimasi turut menjadi faktor positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 berhasil tercatat tumbuh sebesar 5,47% secara tahunan (year–on–year/yoy).
Jauh lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus Bloomberg yang memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% yoy pada kuartal III-2026. Pencapaian itu juga menguat dari level 5,29% pada kuartal sebelumnya.
Secara teknikal, IHSG berhasil ditutup di atas level MA3 dan MA5. Jika bertahan di atas level 5,000. “IHSG berpeluang menguji level resistance di 5.100–5.125 pada perdagangan Jumat (5/11/2026),” papar Phintraco dalam catatan terbarunya.
Sentimennya, harga minyak Brent bergerak turun menuju rentang US$96 per barel, di mana kemenangan Partai Demokrat di pemilu sela AS meningkatkan ekspektasi pembatasan kebijakan Presiden Donald Trump dan peluang deeskalasi konflik AS-Iran, sehingga turut mendukung sentimen.
Adapun, Panin Sekuritas menuturkan, IHSG berhasil uji support 4.755–4.941, dan ditutup di atas MA5 di level 5.024. Jika selanjutnya IHSG mampu ditutup di atas MA5, maka berpotensi melanjutkan penguatan menuju area MA20 di 5.350 sampai dengan resistance 5.455.
“Level ini sekaligus bertindak sebagai neckline dari pola double bottom, pola candle reversal,” analisis Panin.
(fad/wep)

























