“Situasinya masih terus berkembang. Berbagai langkah perbaikan tengah dilakukan untuk mencegah penurunan klasifikasi (downgrade), biarpun keputusan final MSCI diperkirakan baru akan diumumkan pada Juni 2027,” tulis Head of ASEAN and Indonesia Research Ferry Wong dalam sebuah catatan Citigroup Research.
“Biaya dana (cost of funds) diperkirakan tetap tinggi akibat potensi arus keluar modal bila MSCI menurunkan klasifikasi Indonesia,” terang Citi.
Ferry menyebut potensi aksi jual paksa oleh investor pasif (forced passive redemptions) senilai US$4 miliar–US$5 miliar dapat mendorong Bank Sentral Indonesia untuk melakukan intervensi guna mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah.
“Langkah tersebut berpotensi memperketat likuiditas domestik dan meningkatkan biaya simpanan perbankan,” papar Citigroup Research, melansir Bloomberg News pagi hari ini.
Terlebih lagi, berikut 10 saham laggards pada perdagangan Rabu (4/11/2026) berdasarkan data Bloomberg:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membebani 8,13 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membebani 5,12 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membebani 4,63 poin
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membebani 4,46 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) membebani 4,03 poin
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) membebani 3,51 poin
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membebani 3,24 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membebani 2,99 poin
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membebani 2,13 poin
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membebani 1,99 poin
(fad)






























