Logo Bloomberg Technoz

Chintami menuturkan perseroan kemudiaan berkoordinasi dengan pihak terkait dan menyesuaikan susunan pengisi acara serta rangkaian kegiatan.

“Acara tetap diselenggarakan dengan konsep yang lebih sederhana, dengan melibatkan musisi lokal, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif serta memperhatikan keamanan dan kenyamanan seluruh pihak,” kata Chintami.

Di sisi lain, dia menegaskan, RANS tidak menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai pengerahan warga dengan imbalan sebagaimana belakangan beredar di pemeritaan dan pesan WhatsApp yang beredar.

RANS masih mengevaluasi dampak penyesuaian acara terhadap pendapatan dan beban penyelenggaran, termasuk beban yang telah dan atau akan ditanggung lewat penyusunan laporan realisasi keuangan kegiatan.

“Berdasarkan penilaian Perseroan sampai dengan tanggal tanggapan ini, kondisi tersebut tidak berpengaruh material terhadap kegiatan operasional, kinerja keuangan, arus kas, maupun kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya,” tuturnya.

Tekanan terhadap saham RANS berlangsung di tengah meningkatnya sentimen negatif terhadap Raffi Ahmad yang belakangan menjadi sasaran kritik publik. Gelombang kritik tersebut turut merembet ke sejumlah kegiatan bisnis dan hiburan yang berada di bawah ekosistem RANS.

Meski demikian, tekanan terhadap saham RANS sebenarnya telah berlangsung jauh sebelum polemik tersebut mencuat. Pergerakan saham perseroan sudah berada dalam tren pelemahan sejak beberapa waktu setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dari lantai bursa, saham RANS telah merosot 44,12% ke level Rp95 per saham pada tahun ini. Padahal, saham RANS sempat menyentuh Rp272 per saham selepas melantai di bursa pada Juli 2026 lalu.

Ditinggal Investor

Emiten besutan pasangan selebritis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu kehilangan 21.843 investor per akhir September 2026.

Mengutip laporan bulanan registrasi pemegang efek, jumlah investor RANS kini tersisa 126.253 orang. Jumlah investor itu susut 14,75% dibandingkan dengan 148.096 investor pada akhir Agustus 2026.

Penyusutan jumlah pemegang saham ini memperpanjang tren keluarnya investor RANS sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) Juli 2026. Saat awal pencatatan, jumlah pemegang saham perseroan mencapai 754.691 investor.

Dengan demikian, jumlah pemegang saham RANS telah berkurang 628.438 orang atau 83,27% dibandingkan dengan posisi awal pencatatan sahamnya di bursa dua bulan lalu.

Raffi Ahmad sempat mengomentari kinerja saham perusahaannya belakangan yang lanjut merosot.

Raffi meminta investor untuk menunggu pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional RANS. Menurut dia, manajemen RANS akan menghadirkan sejumlah kejutan kepada investor.

"Tunggu dong, kalau itu kan ada gebrakannya," kata Raffi saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Di tengah berkurangnya jumlah pemegang saham, struktur kepemilikan pemegang saham utama RANS relatif tidak berubah.

Berdasarkan laporan periode September 2026, Raffi Ahmad masih menguasai 7,935 miliar saham atau setara 62,93% dari modal perseroan. Sementara itu, Nagita Slavina Mariana Tengker tercatat memiliki 124,75 juta saham atau 0,99%.

PT Indonesia Entertainmen Grup juga masih menggenggam 911,5 juta saham RANS atau 7,23%. Ketiga pemegang saham tersebut tidak mencatatkan perubahan jumlah saham dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sementara itu, Bos Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih memegang 176,47 juta saham RANS atau sekitar 1,4% saham beredar perusahaan.

Selain itu, Bos BPI Danantara Dony Oskaria tetap mempertahankan posisi kepemilikan 345,25 juta saham RANS, sekitar 2,74% dari saham beredar perseroan.

(naw)

No more pages