Logo Bloomberg Technoz

BEI Uji Coba Penghapusan Saham HSC dari IHSG

01 November 2026 11:30

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pengeluaran saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan menyebabkan lonjakan pergerakan indeks. Hal tersebut berdasarkan hasil pengujian historis atau backtest yang telah dilakukan bursa.

Hal ini berkaitan dengan saham-saham yang masuk dalam daftar HSC yang tidak akan diperhitungkan dalam IHSG mulai 2 November 2026. Tujuannya, untuk memperbaiki transparansi struktur kepemilikan saham dan meningkatkan kredibilitas pengukuran free float di pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, penghapusan saham-saham HSC dari perhitungan indeks justru berpotensi meningkatkan kredibilitas IHSG sebagai acuan investasi bagi para investor.


Menurut dia, bobot saham HSC yang dikeluarkan dari perhitungan indeks akan didistribusikan kembali kepada saham-saham lain yang masih menjadi konstituen IHSG.

Dengan mekanisme tersebut, penghapusan saham HSC tidak serta-merta membuat indeks mengalami penurunan tajam.