Logo Bloomberg Technoz

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bahkan mengurangi bobot indeks sebesar 4,36 poin setelah mengalami auto reject bawah (ARB) usai turun 6,98% ke level Rp2.400/saham.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengalami hal serupa usai terkoreksi 6,35% ke level RP1.845/saham.

Keduanya memiliki segmen bisnis nikel melalui entitas usaha, seperti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) untuk MDKA. Saham MBMA sendiri mengurangi bobot IHSG sebesar 1,65 poin. 

Saham nikel lain, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) masing-masing mengurangi bobot IHSG 1,31 dan 0,7 poin.

Bahlil Effect

Tekanan pada saham nikel tak lepas dari sinyal yang dikeluarkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, terkait pemangkasan kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027.

Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah menyatakan hingga saat ini pemangkasan kuota produksi bijih nikel masih dalam tahap pembahasan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (Bloomberg Technoz/Merinda)

Kendati begitu, dia menilai kebijakan tersebut—jika ditempuh—bakal memberikan dampak negatif dan positif bagi industri hilir nikel.

“Kami dari satu sisi pasti mendukung ya, karena dari sisi positifnya kan seperti itu [harga logam nikel naik].Dari sisi negatifnya ya kalau pengetatan itu dilakukan secara terlalu ketat. Kan [industri smelter] ini investasi yang padat. Modal ya tentunya pengusaha juga akan berhitung dari sisi itu,” kata Arif di sela Minerba Convex 2026, Selasa (3/11/2026).

Dia juga meyakini tekanan operasional tersebut bakal membuat banyak alat berat di smelter yang berhenti dan berdampak langsung terhadap tenaga kerja di sektor hilir nikel.

Untuk itu, dia berharap terdapat diskusi yang digelar pemerintah bersama pelaku usaha untuk menemukan solusi terbaik ihwal pemangkasan produksi bijih nikel tahun depan.

“Saya kira Pak Bahlil betul perlu didiskusikan. Kan beliau mengatakan itu ya. Perlu duduk, diskusi antara pemerintah, pelaku usaha; supaya dapat jalan tengah agar supaya menguntungkan dua belah pihak,” tutur Arif.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan sinyal bakal kembali memangkas kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2027.

Bahlil mengungkapkan harga logam nikel dunia belakangan turun ke bawah US$16.000/mt, sebab terdapat kelebihan pasokan global di LME dan SHFE hingga 750.000 mt Ni.

Untuk itu, Bahlil memerintahkan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Ti Winarno untuk mengendalikan suplai bijih nikel melalui instrumen RKAB.

“Jadi Pak Dirjen, menurut saya, strategi untuk mengendalikan supply and demand lewat RKAB untuk di nikel lakukan. Saya yang tanggung jawab untuk kebaikan bangsa dan negara. Enggak usah ragu-ragu. Pasti banyak yang protes [jika kuota produksi dipangkas], saya tahu,” kata Bahlil dalam Minerva Convex 2026 hari pertama, Senin (2/11/2026).

Bahlil juga mengimbau kepada industri hulu dan hilir nikel untuk menahan diri agar tidak melakukan produksi secara berlebih.

Kontribusi MSCI

IHSG kemarin juga masih diselimuti oleh sentimen dari MSCI. Pada 11 November 2026, MSCI kembali mengumumkan evaluasi, yang mana pasar masih melihat belum ada perubahan atas status freeze untuk bursa saham Indonesia.

Indo Premier Sekuritas memprediksi skenario dasar (base case) berupa tidak adanya perubahan status (status quo). Freeze terhadap penambahan saham Indonesia ke dalam indeks MSCI serta peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) masih akan berlanjut. 

Selain itu, kabar MSCI terhadap konsultasi atas usulan penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori pasar Emerging Market menjadi Standalone Market juga masih menghantui psikologis investor.

Panin Sekuritas menuturkan, penurunan signifikan IHSG jga terjadi seiring risiko geopolitik yang masih membayangi pasar global, sementara AS midterm election berpotensi mengubah arah kebijakan fiskal dan sentimen pasar keuangan.

Tekanan inflasi dan depresiasi nilai tukar rupiah yang masih tinggi mempersempit fleksibilitas moneter Bank Indonesia (BI), di tengah meningkatnya risiko fiskal dan keterbatasan external buffer.

“Kami melakukan simulasi untuk IHSG berdasarkan komposisi kepemilikan data KSEI di Oktober 2026, di mana pada base case kami ada ruang bahwa IHSG dapat menyentuh 4.642,” analisis Panin Sekuritas.

Mencermati skenario terburuk (bear/worst case) mengasumsi probabilita downgrade yang meningkat serta asumsi porsi dana asing keluar lebih tinggi, IHSG dapat menyentuh level 4.195.

Selain tensi geopolitik yang masih akan tinggi khususnya setelah midterm election di AS, meningkatnya risiko gagal bayar perusahaan AI global, potensi downgrade obligasi Indonesia seiring melemahnya rupiah dan defisit yang masih lebar, serta potensi downgrade ke Standalone Market dapat memicu outflow hingga US$5-10 miliar yang berujung pada keluarnya uang dari bursa saham RI.

(red)

No more pages