Inflasi umum sedikit melandai pada Oktober dan tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI), meskipun harga pangan berpotensi terus naik akibat gangguan pasokan akibat fenomena El Niño.
Dari sisi manufaktur juga menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada bulan lalu, ditandai dengan peningkatan yang solid dengan PMI Manufaktur berada di 54, dari posisi sebelumnya 52.
Meski begitu, sentimen pasar secara keseluruhan masih cenderung berhati-hati di tengah tekanan fiskal akibat kenaikan harga minyak serta kerentanan Indonesia terhadap volatilitas penerimaan ekspor dan perubahan permintaan eksternal.
Rupiah diperkirakan bergerai di kisaran Rp18.100-Rp18.200/US$ selama sisa kuartal terakhir tahun ini. Namun, jika sentimen memburuk rupiah diperkirakan berpotensi bergerak di kisaran Rp18.250-Rp18.300/US$.
Untuk diketahui, sepanjang Oktober rupiah telah menyusut 1,42%. Pelaku pasar berekspektasi Bank Indonesia (BI) akan mengerek suku bunga acuan setidaknya satu kali sebelum tutup tahun ini.
(riset)





























