Di sisi lain, ekonom memprediksi harga keekonomian bensin RON 92 setara Pertamax sebenarnya telah mencapai sekitar Rp18.500—Rp20.500/liter, meski PT Pertamina (Persero) menahannya di level Rp15.950/liter pada periode penyesuaian awal November 2026.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mencatat harga minyak mentah dunia masih berada di rentang US100—US115/barel dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sekitar Rp18.000/US$.
Dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah, Josua meramal harga keekonomian Pertamax di kisaran Rp18.500—Rp20.500/liter atau jauh lebih tinggi dari harga jual saat ini.
“Perkiraan ini masih bersifat indikatif karena harga keekonomian yang tepat memerlukan rata-rata harga produk MOPS atau Argus, struktur biaya aktual, serta komponen perpajakan,” kata Josua kepada Bloomberg Technoz, Senin (2/11/2026).
Sebagai informasi, seluruh harga BBM Pertamina per 2 November 2026 masih mengacu pada ketetapan yang berlaku sejak awal September 2026.
Jenis BBM bersubsidi tetap dijual dengan harga yang sama, yaitu Pertalite seharga Rp10.000/liter dan Biosolar Rp6.800/liter.
Sementara itu, untuk varian BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax masih dibanderol Rp15.950/liter, Pertamax Turbo Rp19.600/liter, Pertamax Green 95 Rp19.150/liter, Dexlite Rp23.700/liter, dan Pertamina Dex Rp25.200/liter.
Sebagai catatan, harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, seperti DKI Jakarta.
Adapun, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap tanggal 1, mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
(azr/wdh)



























