Logo Bloomberg Technoz

BBM NONSUBSIDI

Harga Pertamax November Ditahan, Aslinya Ditaksir Tembus Rp20.500

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 November 2026 08:40

Pengendara mengantre mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengendara mengantre mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom memprediksi harga keekonomian bensin RON 92 setara Pertamax mencapai sekitar Rp18.500—Rp20.500/liter, ketika PT Pertamina (Persero) menahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tersebut pada periode penyesuaian awal November 2026.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mencatat harga minyak mentah dunia masih berada di rentang US$100—US$115/barel dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sekitar Rp18.000/US$.

Dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah, Josua meramal harga keekonomian Pertamax di kisaran Rp18.500—Rp20.500/liter atau jauh lebih tinggi dari harga jual saat ini sebesar Rp15.950/liter.


“Perkiraan ini masih bersifat indikatif karena harga keekonomian yang tepat memerlukan rata-rata harga produk MOPS atau Argus, struktur biaya aktual, serta komponen perpajakan,” kata Josua kepada Bloomberg Technoz, Senin (2/11/2026).

Pengendara mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Untuk bensin RON 98 setara Pertamax Turbo, harga keekonomiannya diestimasikan mencapai sekitar Rp21.500—Rp23.500/liter atau lebih tinggi dari harga jual awal November senilai Rp19.600/liter.