Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan kuota produksi bijih nikel dalam hasil revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 mencapai 290—300 juta metrik ton (mt), naik dari kuota awal tahun yang diperkirakan sekitar 260—270 juta mt.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno memastikan seluruh RKAB nikel 2026 hasil revisi telah diterbitkan.

“Totalnya antara 290—300an [juta metrik ton] lah [kuota produksi nikel hasil revisi RKAB],” kata Tri kepada awak media di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kamis (29/10/2026).

Ihwal kuota produksi dalam RKAB 2027, Tri menyatakan Kementerian ESDM bakal mempertimbangkan oversupply nikel global di London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Future Exchange (SHFE) yang diprediksi sekitar 750.000 mt nikel (Ni).

Di sisi lain, Kementerian ESDM juga bakal mempertimbangkan stok bijih nikel nasional dalam menetapkan kuota produksi 2027.

“Itu juga mesti kita exercise supaya nanti jangan sampai produksi kita menambah lagi over-nya. Jadi bagaimana [perhitungan RKAB 2027] yang optimal bukan hanya untuk sesuai dengan semester, tetapi globalnya seperti apa,” tegas dia.

(ros)

No more pages