Kondisi tersebut membuat laba sebelum pajak PWON menyusut 16,08% menjadi Rp1,79 triliun dari Rp2,13 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Adapun laba bersih konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp1,78 triliun, turun 16,05% dibandingkan Rp2,12 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali mencapai Rp390,23 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp398,25 miliar.
Di sisi lain, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi justru meningkat menjadi Rp2,56 triliun dari Rp2,06 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Hingga 30 September 2026, total aset PWON tercatat sebesar Rp37,73 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp36,47 triliun. Sementara itu, total liabilitas mencapai Rp10,33 triliun dan total ekuitas sebesar Rp27,41 triliun.
(dhf)




























