Logo Bloomberg Technoz

Josua menegaskan selisih harga jual tersebut tidak dapat serta-merta dipandang bahwa Pertamina mencatatkan kerugian sebesar itu, sebab perhitungan tersebut perlu mempertimbangkan biaya produksi kilang domestik, kontrak pembelian minyak, persediaan yang diperoleh pada harga sebelumnya, efisiensi distribusi, serta komponen pajak dan margin.

Dia menilai selisih sekitar Rp1,3—Rp2,3 triliun yang berpotensi ditanggung Pertamina itu merupakan estimasi penerimaan yang berpotensi tidak terealisasi dibandingkan dengan skenario harga keekonomian.

Josua mengingatkan keputusan menahan harga Pertamax dalam jangka panjang—terlebih ketika harga minyak mentah bertahan di level tinggi—rawan menekan arus kas Pertamina dan kemampuan perusahaan untuk menyerap selisih tersebut pun akan makin terbatas.

“Menurut kami, mempertahankan harga Pertamax memang dapat membantu mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli dalam jangka pendek, tetapi kebijakan tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan biaya ekonomi akibat kenaikan harga minyak, melainkan mengalihkan sebagian bebannya kepada perusahaan energi,” ungkap Josua.

Sebagai informasi, seluruh harga BBM Pertamina per 2 November 2026 masih mengacu pada ketetapan yang berlaku sejak awal September 2026.

Jenis BBM bersubsidi tetap dijual dengan harga yang sama, yaitu Pertalite seharga Rp10.000/liter dan Biosolar Rp6.800/liter.

Sementara itu, untuk varian BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax masih dibanderol Rp15.950/liter, Pertamax Turbo Rp19.600/liter, Pertamax Green 95 Rp19.150/liter, Dexlite Rp23.700/liter, dan Pertamina Dex Rp25.200/liter.

Sebagai catatan, harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, seperti DKI Jakarta.

Adapun, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap tanggal 1, mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

(wdh)

No more pages