Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Melemah Jelang Pemilu AS

News
02 November 2026 07:45

Ilustrasi harga minyak. (Bloomberg)
Ilustrasi harga minyak. (Bloomberg)

Kanoko Matsuyama - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak turun menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS) pada Selasa (3/11), meski terjadi serangan baru terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz dan Iran mengancam akan memperluas aksi balasan jika AS kembali melancarkan serangan.

Minyak mentah Brent turun di bawah US$112 per barel setelah melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$102 per barel. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan belum ada keputusan terkait serangan baru. Dia juga menyebut Donald Trump lebih mengutamakan penyelesaian diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama delapan bulan tersebut.


Harga minyak acuan global itu menguat sepanjang Oktober dan mencapai level tertinggi dalam enam bulan, meski aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz kembali pulih. Pekan lalu, Trump mengatakan perundingan perdamaian sedang berlangsung. Namun, dia berulang kali mengancam akan kembali menyerang Iran setelah pemilihan paruh waktu. Pada Kamis, seorang komandan senior dilaporkan telah memberikan pengarahan kepada Trump mengenai sejumlah opsi militer, menurut Wall Street Journal.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memerintahkan para komandan militer senior untuk bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi baru dengan AS dan Israel. Pernyataan tersebut muncul ketika diplomat tertinggi Iran justru mengisyaratkan adanya kemajuan dalam perundingan diplomatik.