Suahasil juga menekankan pentingnya menyelaraskan program pemerintah pusat yang dibiayai APBN dengan program daerah melalui APBD.
"Saya rasa nanti ini akan dapat menjadi satu kesatuan cerita bagaimana kehadiran negara meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui intervensi APBN dan juga melalui intervensi APBD," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mendagri Tito Karnavian mengatakan lewat skema tersebut turut mendorong iklim kompetitif kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerjanya.
"Tahun lalu diberikan oleh Kementerian Keuangan, dititipkan kepada Kemendagri dalam jumlah yang lumayan lah untuk membuat iklim kompetitif antar kepala daerah dengan berbagai kategori, pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, realisasi belanja, kemudian [pengendalian] pengangguran, kemiskinan dan lain-lain."
"Sehingga [hal itu] membuat iklim yang kompetitif antar kepala daerah untuk berprestasi," ungkap Tito.
Adapun Kemendagri dan Kemenkeu juga memastikan dukungan penuh terhadap daerah yang menghadapi kendala keuangan utamanya bagi daerah yang menghadapi keterbatasan fiskal, terutama daerah dengan porsi belanja pegawai yang mencapai lebih dari 40%–50% dari anggaran.
(prc/ell)




























