Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Hijau Susul Wall Street, IHSG Justru Tertekan

Muhammad Julian Fadli
28 October 2026 13:30

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada jeda perdagangan Sesi I. Bahkan IHSG menjadi indeks paling lemah di Asia.

IHSG menutup Sesi I dengan pelemahan 1,65% di level 5.179 pada perdagangan Rabu (28/10/2026).

IHSG Penutupan Sesi I pada Rabu 28 Oktober 2026 (Bloomberg)

Transaksi terpantau cukup ramai dengan manuver jual diiringi panic selling, dengan intensitas nilai transaksi mencapai Rp7,41 triliun dan volume perdagangan 16,62 miliar saham. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 921 ribu kali jual–beli.


Masih ada 131 saham yang menguat. Sedangkan sebanyak 553 saham melemah dan 104 saham lainnya stagnan. Posisi terendah IHSG hari ini ada di 5.167 dan tertingginya sempat 5.256.

Sejumlah saham mencatat penurunan amat dalam dan berada di deretan top losers pada perdagangan tengah siang hari ini di antaranya adalah PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) yang amblas 9,82%, PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) melemah 9,52%, serta saham PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) turun 9,35%.