Harga Minyak Tembus US$116, Suahasil Soroti Risiko Fiskal
Redaksi
27 October 2026 10:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut pemerintah harus menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terukur di tengah gejolak ekonomi global dan lonjakan harga minyak dunia yang mencapai US$115–US$116 per barel.
Di satu sisi, pemerintah berupaya menahan harga sejumlah barang bersubsidi untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat. Namun, di sisi lain, kebijakan tersebut perlu berjalan seiring dengan komitmen menjaga kesehatan fiskal.
Suahasil mengatakan APBN memiliki fungsi stabilisasi untuk meredam fluktuasi ekonomi, terutama ketika tekanan eksternal meningkat.
"Harga minyak hari-hari ini udah US$115–US$116, tapi sejumlah produk barang bersubsidi di dalam negeri tetap kita tahan. Supaya apa? Supaya kegiatan ekonomi bisa terus berlanjut," ujar Suahasil dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum, Senin (26/10/2026).
Meski demikian, Suahasil menekankan bahwa pemerintah tidak boleh mengabaikan kredibilitas fiskal dalam menjalankan fungsi stabilisasi tersebut. Dia menegaskan defisit anggaran harus tetap berada dalam batas yang terukur.






























