Harga Minyak Bertahan Turun, Pasar Pantau Hasil Pemilu Israel
News
28 October 2026 06:00

Kanoko Matsuyama - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak bertahan di tengah penurunan selama dua hari terakhir, seiring pelaku pasar memantau hasil pemilu Israel yang berlangsung ketat dan akan turut menentukan arah perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$100 per barel setelah turun lebih dari 3% dalam dua sesi terakhir. Sementara itu, minyak Brent ditutup di bawah US$114 per barel. Pemimpin oposisi Gadi Eisenkot unggul tipis atas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam hasil hitung cepat (exit poll). Namun, kedua blok politik tersebut masih belum meraih mayoritas, sementara penghitungan suara masih berlangsung.
Persaingan politik yang krusial ini berlangsung di tengah kembali bergulirnya upaya diplomasi di Timur Tengah. Pejabat dari Arab Saudi, Pakistan, dan Turki melakukan perjalanan ke Teheran untuk menggelar pembicaraan pada Senin. Meski demikian, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, kembali menegaskan persyaratan yang sebelumnya telah ditetapkan negaranya untuk mengakhiri perang.
Minyak mentah acuan global Brent telah melonjak lebih dari 85% sepanjang tahun ini seiring dengan konflik yang mengguncang arus pasokan energi. Konflik tersebut dimulai pada Februari, ketika Netanyahu bergabung dengan Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Teheran. Setelah pemilu Israel, warga AS akan memberikan suara dalam pemilu paruh waktu pekan depan, yang berpotensi mengungkap penurunan dukungan terhadap pemerintahan Trump.































