Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (27/10/2026).
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengurangi 10,19 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 7,66 poin
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 7 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 6,25 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 5,57 poin
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengurangi 5,29 poin
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengurangi 5,13 poin
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengurangi 4,79 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 4,69 poin
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengurangi 4,34 poin
Adapun saham LQ45 lain juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) drop 6,92%, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) terpeleset 6,78%, dan saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga melemah dengan kehilangan 6,74%.
Saham–saham LQ45 lainnya juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) drop 6,57%, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terpeleset 5,91%, dan saham PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) juga melemah dengan kehilangan 5,71%.
Arah IHSG Selanjutnya
Melansir Phintraco Sekuritas, secara teknikal, indikator MACD berbalik mengalami pelebaran histogram negatif dan Stochastic RSI berpotensi death cross di area pivot.
“Diperkirakan IHSG akan uji level support 5.180, jika ditutup di bawah level ini berpeluang uji level 5.100–5.000,” sebut Phintraco Sekuritas
Alasannya, ketidakpastian yang tinggi membuat investor cenderung melakukan strategi trading jangka pendek. Harga minyak yang masih bertahan di level tinggi, potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada Desember mendatang, depresiasi nilai tukar rupiah yang berlanjut, hingga naiknya Credit Default Swap (CDS) 5Y Indonesia, serta meningkatnya yield obligasi pemerintah Indonesia adalah beberapa sentimen negatif yang membebani IHSG.
Di samping itu, antisipasi investor akan potensi rebalancing indeks MSCI pada November mendatang juga mendorong tekanan jual.
Senada, Panin Sekuritas memaparkan, IHSG bergerak di zona merah dan ditutup di bawah MA5 di level 5.349. Stochastic death cross di area overbought. Maka dengan itu, berkemungkinan IHSG lanjut melemah menuju support terdekat berada di range 4.755–4.941.
“Area ini (4.755–4.941) diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG,” analisis Panin Sekuritas dalam catatan terbarunya per Selasa (27/10/2026), untuk kemudian rebound menuju resistance 5.455–5.607.
(fad)






























