Logo Bloomberg Technoz

Trump Sebut Tak Serang Iran Pra-Pemilu Sela, Harga Minyak Turun

News
09 October 2026 06:20

Kapal tanker super pengangkut minyak PIS Pioneer./dok. PIS
Kapal tanker super pengangkut minyak PIS Pioneer./dok. PIS

Rong Wei Neo dan Kanoko Matsuyama - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak turun setelah Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada November.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun menuju US$91 per barel setelah naik 3,6% pada Kamis (8/10). Sementara itu, minyak mentah Brent ditutup di atas US$104 per barel. Trump menyebut adanya “diskusi produktif” dengan Republik Islam Iran, sekaligus mengatakan bahwa minyak mentah mengalir melalui Selat Hormuz dalam volume rekor.


Setelah pernyataan Trump, The New York Times melaporkan bahwa AS telah menyusun rencana serangan selama tiga hari. Pentagon disebut telah menyiapkan rencana untuk menyerang gudang persenjataan drone dan rudal, fasilitas energi, serta sejumlah target lainnya.

Harga minyak mentah mengawali Oktober dengan pergerakan yang bergejolak seiring berlanjutnya perang AS-Iran. Harga kontrak berjangka dipengaruhi oleh peningkatan arus pasokan dari Timur Tengah, bertambahnya serangan terhadap kapal, serta ketatnya pasokan di pasar produk minyak. Dampak lonjakan tarif angkutan laut dan kembali berkobarnya pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Teheran turut menambah faktor yang memengaruhi pergerakan pasar.