Bursa Asia Terancam Anjlok Terseret Saham Cip AS & Isu OpenAI
News
09 October 2026 07:00

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Saham-saham Asia diperkirakan tertekan mengikuti aksi jual saham produsen cip di Amerika Serikat (AS). Spekulasi mengenai pendapatan OpenAI kembali memicu kekhawatiran tentang keberlanjutan lonjakan belanja untuk kecerdasan buatan (AI).
Kontrak berjangka indeks saham mengindikasikan pelemahan di Jepang dan China daratan setelah indeks Nasdaq 100 anjlok 1,4%, mencatat penurunan harian terburuk dalam tujuh pekan. Sementara itu, indeks produsen cip AS merosot 3,4% dan indeks S&P 500 turun 0,5%. Pasar di Korea Selatan dan Taiwan tutup.
Penurunan tersebut terjadi setelah Financial Times melaporkan bahwa pendapatan tahunan OpenAI berdasarkan laju saat ini berada US$20 miliar di bawah angka yang sebelumnya disampaikan. Perusahaan pengembang ChatGPT itu diperkirakan membukukan pendapatan sekitar US$50 miliar, menurut sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut. Angka itu lebih rendah dibandingkan laporan bulan lalu yang menyebut pendapatannya hampir mencapai US$70 miliar. Selain itu, Firmus Grid Ltd., perusahaan pusat data asal Australia yang didukung Nvidia Corp., dikabarkan akan menunda penawaran umum perdana saham (IPO), menurut sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Di pasar lain, harga minyak mentah AS turun tipis ke sekitar US$91 per barel setelah Donald Trump mengatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada November. Minyak mentah Brent, yang menjadi patokan global, ditutup pada US$104,28 per barel setelah melonjak 4%. Obligasi pemerintah AS menguat pada sesi perdagangan di AS, sementara indeks dolar Bloomberg bergerak stabil.




























