Logo Bloomberg Technoz

KRISIS ENERGI

Jaga Stok Minyak 2027, Pertamina Perlu Ubah Taktik Berburu Kargo

Sabrina Mulia Rhamadanty
08 October 2026 09:10

Kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (Dok. PIS)
Kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (Dok. PIS)

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Pertamina (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) didesak untuk mengubah strategi pengadaan minyak mentah guna mengamankan pasokan energi nasional pada 2027.

Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti menilai Indonesia harus segera meninggalkan pola lama yang mengandalkan pembelian mendadak di pasar spot atau ‘berburu kargo’ menjadi ‘portofolio pasokan’.

"Pertamina dan ESDM perlu beralih dari 'berburu kargo' ke 'portofolio pasokan'. Kontrak jangka panjang menjadi tulang punggung, pembelian spot menjadi penyeimbang, dan stok titipan pemasok menjadi bantalan darurat," ujar Yayan saat dihubungi Bloomberg Technoz, Kamis (8/10/2026). 


Menurut Yayan, langkah konkret yang bisa diambil adalah mengunci sekitar 60% dari total kebutuhan impor minyak melalui kontrak berdurasi satu hingga tiga tahun. 

Kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Pertamina Abherka milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (Dok. Pertamina International Shipping)

Kontrak tersebut idealnya dilengkapi dengan batas toleransi volume sekitar 10%, sementara sisanya dibeli di pasar spot untuk menyesuaikan dinamika kebutuhan kilang.