Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Serangan AS ke Iran
News
08 October 2026 07:20

Kanoko Matsuyama - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak naik setelah laporan bahwa Gedung Putih meminta Pentagon menyiapkan opsi serangan terhadap Iran yang dapat dilaksanakan sebelum pemilihan paruh waktu AS. Kenaikan harga juga didorong oleh penghentian sebagian produksi minyak AS akibat badai.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak menuju US$89 per barel, sementara Brent ditutup mendekati US$100 per barel. Laporan The Atlantic yang mengutip dua pejabat pemerintahan AS tersebut bertentangan dengan anggapan luas bahwa Donald Trump akan menahan diri untuk tidak meningkatkan eskalasi konflik dengan Teheran sebelum pemungutan suara bulan depan.
Sementara itu, produsen minyak di Teluk Meksiko menghentikan produksi minyak mentah lebih dari 510.000 barel per hari sebagai respons terhadap Badai Tropis Isaias, menurut data dari Marine Minerals Administration. Jumlah tersebut setara dengan sekitar seperempat produksi minyak di kawasan tersebut.
Harga minyak telah melonjak tajam tahun ini ketika konflik AS-Iran mengguncang ekspor, menguras persediaan energi global, dan mendorong peningkatan inflasi. Meski arus minyak dari Timur Tengah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, serangan terhadap kapal juga melonjak, termasuk serangan terhadap sebuah kapal tanker di perairan lepas pantai Qatar yang dilaporkan menimbulkan korban.





























