Pasar Cermati Kabar dari The Fed, Cek Prediksi Rupiah Hari Ini
Tim Riset Bloomberg Technoz
08 October 2026 08:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah spot diperkirakan mengalami konsolidasi pada perdagangan Kamis (8/10/2026) dengan bias penguatan di kisaran Rp17.800-17.900/US$.
Rilis notula rapat Federal Open Market Committee (FOMC) edisi September dini hari tadi waktu Indonesia menggambarkan seluruh pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve memang mendukung keputusan hawkish. Banyak pejabat menyebut bahwa meski terjadi kenaikan yield US Treasury jangka panjang baru-baru ini, kondisi keuangan AS tampaknya tetap mendukung pertumbuhan ekonomi, dengan adanya kenaikan harga saham dan spread yield obligasi yang tetap sempit.
Namun, risalah itu disusun sebelum terjadi revisi signifikan terhadap data inflasi dan sebelum muncul bukti bahwa pasar tenaga kerja AS mulai mendingin. Penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payrolls) anjlok menjadi 29.000 pada September. Tingkat pengangguran AS juga naik ke 4,2%.
Data itu memengaruhi perubahan sikap sebagian pejabat The Fed. Dalam pernyataan secara terpisah pekan lalu, Wakil Gubernur The Fed Philip Jefferson dan Gubernur The Fed New York John Williams mengatakan bahwa bank sentral masih punya waktu untuk menilai perkembangan ekonomi sebelum mempertimbangkan kenaikan suku bunga berikutnya. Pernyataan ini memangkas sebagian ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR).
Nada hawkish dari para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) sejatinya berpotensi menekan mata uang negara berkembang. Namun, pernyataan sebagian pejabat The Fed serta data ekonomi yang belum sepenuhnya mendukung langkah hawkish lanjutan, menurunkan ekspektasi pelaku pasar.





























