Logo Bloomberg Technoz

Kemenkeu: Perputaran Uang Harus Dorong Sektor Produktif

Pramesti Regita Cindy
08 October 2026 08:40

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menekankan pentingnya memastikan likuiditas dan uang beredar mengalir ke sektor produktif untuk menjaga momentum pergerakan roda ekonomi nasional. 

Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu Noor Faisal Achmad menilai perputaran uang sejatinya harus diarahkan secara tepat ke sektor-sektor yang produktif. 

Sebab rupiah yang hanya diam menurutnya tidak akan menghasilkan aktivitas ekonomi apa pun.


"Rupiah yang diam belum menjadi aktivitas ekonomi. Likuiditas menjadi bermakna ketika transaksi yang produktif terjadi," kata Noor Faisal di Jakarta, dikutip Kamis (8/10/2026).

Sebagai contoh, Noor mengatakan bahwa likuiditas baru berdampak nyata ketika petani menggunakan pembiayaan untuk musim tanam, usaha kecil membeli bahan baku dan peralatan, hingga eksportir memperluas kapasitas produksi.