Rupiah Berbalik Menguat, Tertopang Sentimen Dovish The Fed
Tim Riset Bloomberg Technoz
08 October 2026 09:13

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan pasar spot Kamis (8/10/2026) dengan pelemahan 0,02% ke Rp17.886/US$. Namun, tak lama berselang rupiah berbalik arah dan menguat 0,11% di posisi Rp17.863/US$ pada 09:02 WIB.
Dukungan terhadap rupiah diperoleh dari meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS). Mengacu Fedwatch, probabilitas kenaikan suku bunga Negeri Adikuasa sebesar 25 basis poin (bps) ke 4-4,25% dalam rapat bulan ini tinggal 19,4%.
Meredanya ekspektasi ini dipicu oleh data tenaga kerja AS yang mulai mendingin. Nonfarm payrolls anjlok menjadi 29.000 dari revisi turun bulan sebelumnya 133.000, begitu juga dengan naiknya tingkat pengangguran AS yang sebesar 4,2%, lebih tinggi dari data Agustus 4,1%.
Kondisi ini meredakan ekspektasi langkah hawkish lanjutan The Fed, meskipun ekspektasi inflasi masih diperkirakan tinggi lantaran tekanan harga minyak.
Situasi ini memberi ruang penguatan pada sebagian mata uang Asia. Yen Jepang menguat paling tajam bersama won Korea Selatan, disusul dolar Singapura, yuan offshore, dolar Hong Kong, dan ringgit Malaysia yang berbalik arah dari posisi lemahnya tadi pagi.


























