Logo Bloomberg Technoz

Demo Pelajar Prancis Diwarnai Kerusuhan, 250 Ribu Turun ke Jalan

News
07 October 2026 08:20

Seorang demonstran mengibarkan bendera Prancis. (Nathan Laine/Bloomberg)
Seorang demonstran mengibarkan bendera Prancis. (Nathan Laine/Bloomberg)

Benoit Berthelot, William Horobin, Nayla Razzouk dan Ania Nussbaum - Bloomberg News

Bloomberg, Ratusan sekolah menengah atas (SMA) di Prancis ditutup pada Selasa (6/10) setelah serikat guru bergabung dengan gerakan yang dipimpin pelajar untuk menuntut peningkatan anggaran pendidikan. Aksi ini telah meluas ke seluruh negeri dan beberapa di antaranya berujung kekerasan.

Sekitar 256.000 orang mengikuti aksi demonstrasi, termasuk 56.000 orang di Paris, menurut Kementerian Dalam Negeri. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa di sejumlah lokasi. Hampir 500 orang ditangkap, sehingga total penangkapan sejak 28 September mencapai lebih dari 6.500 orang, sementara 43 polisi terluka, kata kementerian tersebut.


Protes yang menuntut pengurangan jumlah siswa per kelas, renovasi gedung sekolah, serta reformasi sistem pembagian kursi di universitas itu dimulai di wilayah Paris pada September sebelum secara tak terduga meluas pekan lalu.

Sejak aksi dimulai, sekitar 215 pelajar terluka, begitu pula 85 tenaga pendidik—termasuk 34 kepala sekolah dan wakil kepala sekolah—serta 715 polisi, kata Perdana Menteri Sébastien Lecornu kepada anggota parlemen di Majelis Nasional.