Logo Bloomberg Technoz

KOMODITAS TAMBANG

Produksi Bijih Nikel 2026 RI Diramal 290 Juta Ton, Melebihi RKAB

Azura Yumna Ramadani Purnama
07 October 2026 08:10

Situs penambangan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Situs penambangan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksi realisasi produksi bijih nikel sepanjang tahun ini bakal mencapai sekitar 290 juta metrik ton (mt), atau lebih tinggi dari kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sebanyak 260—270 juta mt.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM Cecep Mochammad Yasin menyatakan proyeksi tersebut dihitung dengan mempertimbangan rata-rata produksi bijih nikel hingga kuartal III-2026.

Dia menyatakan besaran proyeksi produksi bijih nikel sekitar 290 juta mt pada tahun ini tidak begitu jauh dengan realisasi tahun lalu sebanyak 320,37 juta mt.


“Forecast-nya tercapai hampir sama dengan yang tahun lalu. Kalau dilihat dari forecast secara ini ya, secara performance masing-masing perusahaan. Hampir sama sih, sekitar di angka 290an [juta mt],” kata Cecep kepada awak media usai agenda BIG Downstream Insight, Selasa (6/10/2026).

Bijih nikel dibongkar dari kapal pengangkut curah Sansho./Bloomberg-Carla Gottgens

Kebutuhan Bijih