Logo Bloomberg Technoz

Yield Obligasi Global Naik, Tekanan Merembet ke Pasar Domestik

Redaksi
28 September 2026 11:29

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan yield di pasar obligasi domestik cukup beragam di tengah tekanan harga minyak global. 

Berdasarkan data Bloomberg, yield obligasi tenor 1 tahun turun paling dalam sebesar 4,5 basis poin (bps) menjadi 6,792%, sementara tenor 2 tahun turun 4,4 bps menjadi 6,786%.

Namun, tekanan masih terlihat pada sejumlah tenor menengah, dengan yield 4 tahun naik 2,4 bps menjadi 6,995%, 6 tahun naik 2,2 bps menjadi 7,036%, dan 13 tahun meningkat 2,5 bps menjadi 7,196%.


Yield obligasi 10 tahun relatif stabil di 7,095%, setelah sebelumnya mengalami kenaikan tajam. Pola ini menunjukkan investor mulai kembali masuk ke tenor pendek, tetapi agaknya investor masih berhati-hati terhadap risiko durasi pada obligasi bertenor lebih panjang.

Pergerakan yield obligasi pemerintah, Senin (28/9/2026), 10.54 WIB (Bloomberg)

Pergerakan tersebut berlangsung kala tekanan di pasar obligasi global kembali meningkat. Yield Treasury AS 10 tahun naik 4 bps ke 5,20%, sedangkan Treasury 2 tahun meningkat 5 bps menjadi 4,90%.