Logo Bloomberg Technoz

Pasar Obligasi AS Makin Beri Sinyal Risiko Ekonomi

News
28 September 2026 06:20

Ilustrasi pasar obligasi (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi pasar obligasi (Sumber: Bloomberg)

Greg Ritchie dan Ye Xie - Bloomberg News

Bloomberg, Pasar obligasi berada di ambang memberikan sinyal bahwa serangkaian kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) mulai mengubah narasi ke arah risiko ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami stagnasi.

Selisih imbal hasil yang diminta investor untuk memegang US Treasury tenor 10 tahun dibandingkan obligasi tenor dua tahun menyempit hingga 17 basis poin pada pekan lalu, level terendah sejak awal 2025. Fenomena yang disebut sebagai flattening atau mendatarnya kurva imbal hasil ini meningkatkan kemungkinan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun segera berada di bawah tenor yang lebih pendek, yang dikenal sebagai inversi kurva imbal hasil.


Secara historis, kurva imbal hasil terbalik menjadi sinyal kuat: kondisi tersebut mendahului delapan resesi terakhir sejak 1960-an, meskipun kemampuan prediktifnya terbukti tidak akurat pada awal dekade ini. Kondisi tersebut pada dasarnya menunjukkan bahwa investor obligasi memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga cukup tinggi untuk menghambat perekonomian dalam upaya meredam inflasi. Dampaknya dapat meluas ke berbagai pasar keuangan, terutama saham yang diperdagangkan mendekati rekor tertinggi.

Kurva Yield AS Makin Landai, Berpotensi Terbalik

Kondisi tersebut mulai diantisipasi lebih banyak investor setelah bank sentral menaikkan suku bunga bulan ini untuk pertama kalinya dalam tiga tahun dan mengindikasikan kenaikan tambahan kemungkinan masih akan dilakukan. Hal ini menunjukkan bagaimana sikap hawkish The Fed mengubah keseimbangan risiko setelah aksi jual obligasi yang mencerminkan meningkatnya tekanan harga di tengah pertumbuhan ekonomi yang kuat.