Obligasi & Bursa Saham Asia Diproyeksikan Kembali Tertekan
News
25 September 2026 07:20

Toby Alder — Bloomberg News
Bloomberg, Aksi jual global di pasar obligasi diperkirakan makin dalam di Asia karena tingginya harga minyak memicu kekhawatiran inflasi, mendorong imbal hasil Treasury jangka panjang ke level tertinggi dalam beberapa dekade dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve.
Obligasi pemerintah Australia dan Selandia Baru bertenor 10 tahun melemah pada perdagangan awal Asia, sementara kontrak berjangka menunjukkan potensi penurunan pada surat utang Jepang. Imbal hasil indeks obligasi global mencapai 4% untuk pertama kalinya sejak 2007.
Pergerakan tersebut terjadi setelah aksi jual global mendorong imbal hasil Treasury AS bertenor 30 tahun ke level tertinggi sejak 2004 dan imbal hasil tenor 10 tahun naik 8 basis poin menjadi 5,20%.
Operasi pembelian kembali (buyback) Treasury yang diperluas turut menambah tekanan setelah hasilnya berada di bawah ekspektasi investor.






























