Logo Bloomberg Technoz

Yield US Treasury Tembus 5%, Pasar Obligasi Dunia Gonjang-Ganjing

Tim Riset Bloomberg Technoz
24 September 2026 12:57

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar keuangan global kembali menghadapi tekanan dari lonjakan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS). Yield US Treasury tenor 10 tahun menembus 5,11%, sementara tenor 5 tahun juga kembali berada di atas level 5% untuk kali pertama sejak 2007. 

Sebagai salah satu acuan utama harga aset global, pergerakan yield US Treasury berpengaruh pada biaya dana global, yang juga berpotensi ikut meningkat. Selain itu, yield atau imbal hasil yang diminat investor pada aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia juga akan meningkat. 

Untuk diketahui, lonjakan yield kali ini tidak hanya didorong oleh kekhawatiran inflasi. Namun juga, investor sejatinya sedang menimbang kembali seberapa kuat perekonomian AS dan berapa lama bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat. 


S&P Global mencatat biaya input perusahaan di AS pada September meningkat dengan laju tercepat dalam hampir empat tahun. Kenaikan itu dipicu oleh meningkatnya biaya bahan bakar dan transportasi lantaran kenaikan harga mminyak. Alhasil, tekanan harga juga juga kembali meningkat dan masih berada di atas level yang konsisten dengan target inflasi The Fed sebesar 2%. 

Kondisi tersebut membuat The Fed punya cukup alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Hal itu sudah tercermin dari keputusan The Fed yang menaikkan FFR 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%-4%, kenaikan pertama sejak 2023.