Logo Bloomberg Technoz

BURSA MINERAL

Efek Jika Transaksi di BMKS Sepi: Harga Tak Akurat, Pasar Volatil

Azura Yumna Ramadani Purnama
23 September 2026 15:30

Pedagang, pialang, dan panitera bekerja di lantai perdagangan open outcry pit di London Metal Exchange (LME)./Bloomberg- Chris Ratcliffe
Pedagang, pialang, dan panitera bekerja di lantai perdagangan open outcry pit di London Metal Exchange (LME)./Bloomberg- Chris Ratcliffe

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom mengungkapkan Harga Acuan Indonesia atau Indonesia Reference Price (IRP) dapat menjadi tidak akurat dan perdagangan menjadi volatil jika transaksi perdagangan di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) sepi.

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi berpendapat harga acuan membutuhkan cukup banyak transaksi agar satu transaksi besar tidak menggeser acuan secara berlebihan.

“Bursa yang sepi menghasilkan thin-market problem; sedikit observasi, spread melebar, volatilitas naik, dan harga lebih mudah dipengaruhi transaksi ekstrem,” kata Syafruddin ketika dihubungi, Rabu (23/9/2026).


Di sisi lain, dia juga menilai kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengubah metodologi penetapan IRP bakal memperburuk masalah, sebab pelaku pasar tidak mengetahui perubahan harga mencerminkan fundamental atau perubahan aturan.

Ilustrasi timah, salah satu komoditas pertama yang akan diperdagangkan di BMKS. (Dok: Mind ID)

Kondisi tersebut diprediksi menimbulkan lingkaran umpan balik yang berbahaya, yakn; likuiditas rendah membuat harga kurang informatif, harga kurang informatif mengurangi kepercayaan, kepercayaan turun mengurangi minat pelaku pasar, lalu likuiditas makin rendah.