Logo Bloomberg Technoz

Esti juga menyoroti jumlah lulusan sarjana pendidikan yang belum terserap di dunia kerja. Dia menyebut dari sekitar 1 juta pengangguran lulusan S1, sebanyak 7,1% berasal dari program studi pendidikan atau sekitar 71.000 orang.

"Bagaimana dengan 71.000 lulusan Sarjana Pendidikan ini, S1 Pendidikan? Di saat kita kurang guru yang sekian," kata Esti.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan survei atau kajian untuk melihat persoalan tersebut secara lebih menyeluruh. Perencanaan pemenuhan guru juga dinilai perlu menjadi dasar dalam menyiapkan tambahan anggaran pada tahun-tahun mendatang.

Esti menegaskan pemenuhan kebutuhan guru tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan status guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau dari P3K menjadi PNS melalui seleksi.

"Tidak hanya sekadar perubahan status dari honorer, misalnya menjadi P3K atau P3K menjadi PNS yang melalui seleksi, tetapi juga kejelasan bagaimana kita mencukupi itu dan berikutnya bagaimana kemudian anggaran yang harus kita siapkan untuk itu," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah telah menyusun roadmap pengangkatan guru bersama pimpinan DPR dan Kementerian Keuangan. Pengangkatan akan dilakukan secara bertahap mulai 2027 hingga 2029.

"Memang nanti roadmap-nya itu 2027, kita akan mengangkat 30% dari kebutuhan itu, kemudian 30% lagi di tahun 2028, 2029 40%," kata Mu'ti.

Mu'ti mengatakan angka kebutuhan guru tersebut masih dinamis karena setiap tahun terdapat guru yang memasuki masa pensiun. Pemerintah pun terus memperbarui data kebutuhan guru.

"Di sinilah kemudian data itu kami buat secara dinamis yang mudah-mudahan nanti secara bertahap dapat kami lakukan pemenuhan jumlah guru," ujarnya.

Dia menambahkan, data kebutuhan guru telah dibahas bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN). Data tersebut juga telah disusun berdasarkan mata pelajaran, sekolah, dan kebutuhan CPNS.

Mu'ti mengatakan kesempatan tersebut tidak hanya terbuka bagi guru honorer dan P3K, tetapi juga lulusan baru atau fresh graduate. Seluruh proses pengangkatan akan dilakukan melalui seleksi.

"Tidak hanya untuk mereka yang sekarang ini guru honorer dan P3K, tetapi juga untuk yang fresh graduate. Jadi kami terbuka tapi semuanya berbasis seleksi," kata Mu'ti.

(dec/spt)

No more pages