Peta Jalan
Saat ini, Bahlil mengungkapkan Kementerian ESDM bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) sedang menyusun peta jalan (roadmap) penerapannya.
Berdasarkan rencana awal, pemerintah akan menerapkan E10 pada 2027, E20 pada 2028, dan terus ditingkatkan hingga mencapai E50 secara bertahap.
“Tugas kami sekarang adalah merancang bersama Ditjen Migas untuk membuat roadmap-nya. Contoh pada 2027 kita akan menerapkan E10, 2028 kita akan bangun E20, dan seterusnya ke depan,” tambahnya.
Namun, Bahlil menegaskan penerapan kebijakan tersebut harus disesuaikan dengan kesiapan industri dalam negeri.
Pemerintah tidak ingin menerapkan E10 hingga E50 jika bahan baku etanol masih harus diimpor dari luar negeri, sehingga pemanfaatan produksi hasil pertanian dalam negeri menjadi syarat utama.
“Kita harus menyesuaikan dengan industri kita. Kita tidak mau menerapkan E10, E20, atau E50, tetapi etanolnya diimpor dari luar—sama saja bohong itu. Jadi kita ingin memanfaatkan produksi dalam negeri kita,” katanya.
Sebelumnya dalam rapat paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto Kamis (17/9/2026) telah dibahas sejumlah isu, termasuk pasokan energi hingga peta jalan penerapan bensin campuran bioetanol 50% atau E50.
Bahlil menjelaskan seluruh anggota DEN membahas strategi penyediaan energi di tengah tidak menentunya kondisi geopolitik global.
Dia menyebut Prabowo mengarahkan agar ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) harus di atas standar minimun atau sekitar 18—20 hari.
Selain itu, Bahlil menyatakan Prabowo memerintahkan seluruh anggota DEN untuk menyusun peta jalan pengembangan mandatori E50.
Dia menyatakan Prabowo meminta seluruh pihak untuk belajar dari keberhasilan mandatori biodiesel B50.
"Kami mendiskusikan dan mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden bahwa ketersediaan untuk stok BBM kita, cadangan nasional kita berada di angka 18 sampai 20 hari. Jadi masih alhamdulillah clear," kata Bahlil kepada awak media di Istana Merdeka, Kamis (17/9/2026).
"Nah, belajar berangkat dari ini, Bapak Presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk kita membangun E50. Kita tahu bahwa konsumsi BBM kita untuk solar per tahun kurang lebih sekitar 39 juta kiloliter, dan untuk bensin sama, hampir kurang lebih sekitar 39 sampai 40 juta," tegas dia.
(smr/wdh)































