Beijing mengumumkan pada Juli bahwa mereka akan mengakhiri pengecualian pajak konsumsi selama satu dekade bagi baterai tenaga surya dan litium-ion, sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan persaingan ketat di industri-industri yang menjadi kunci transisi energi bersih.
Menurut Lin, setelah pengumuman Juli tersebut, beberapa pelanggan mulai mengambil pengiriman baterai lebih awal dari jadwal sebagai antisipasi terhadap pajak baru tersebut.
Berbeda dengan bisnis baterai kendaraan listrik, proyek penyimpanan energi sering kali memiliki anggaran dan persetujuan pembiayaan tetap, "sehingga sulit untuk membebankan biaya tambahan tersebut pada pihak lain," ujarnya di Ningde, tempat kantor pusat CATL berada.
Lin mengatakan produksi penyimpanan energi perusahaan sejauh ini sesuai dengan ekspektasi tahunan, dengan tingkat utilisasi lini produksi di atas 90%.
Dia mengaitkan hal ini dengan lonjakan investasi pada proyek-proyek penyimpanan energi mandiri di dalam negeri serta pengiriman pesanan luar negeri yang dipercepat akibat perubahan insentif pajak ekspor, yang menjaga tingkat utilisasi kapasitas tetap tinggi untuk kuartal keempat.
Sektor penyimpanan energi China telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir, didorong oleh lonjakan permintaan baik di dalam maupun luar negeri. Meski permintaan global diperkirakan akan akan terus tumbuh kuat tahun depan, Lin menyebut permintaan domestik akan lebih sulit diprediksi.
"Kami melihat bahwa imbal hasil proyek penyimpanan energi di banyak provinsi kini menurun, dan investasi pada banyak proyek sedang dihentikan sementara atau ditunda. Jadi, mungkin akan ada fluktuasi tahun depan," tambahnya.
(bbn)
































