Pada saat yang sama, premi Yangshan—indikator permintaan domestik yang dinamai sesuai dengan titik masuk utama tembaga impor di pelabuhan Shanghai—telah melemah dari level tertinggi sejak November 2022 yang tercatat pekan lalu, tetapi tetap di level tinggi.
Harga tembaga telah menguat tahun ini karena spekulasi bahwa pemerintahan Trump akan mengenakan tarif pada logam olahan memicu lonjakan impor ke AS, sehingga memperketat pasokan di pasar wilayah lain.
Dalam beberapa hari terakhir, faktor ini juga membantu mengimbangi pernyataan hawkish Federal Reserve mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan permintaan terhadap komoditas industri.
Harga tembaga di LME naik 0,2% menjadi US$14.556,50 per ton pada pukul 12.30 siang waktu Singapura. Logam dasar lainnya bergerak beragam; nikel naik 0,5% dan seng naik 0,7%, sementara aluminium turun 0,3%.
Kontrak berjangka bijih besi di Singapura relatif stabil di angka US$97,35 per ton, sedangkan kontrak berjangka dalam mata uang yuan di Bursa Dalian turun tipis 0,3%. Kontrak berjangka baja di Shanghai naik.
(bbn)




























